Cerita singkat tentang aku 

    Haloo namaku Intan Nuraeni. Aku lahir di Tuban, tanggal 24 Mei 2006. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Dari kecil aku udah terbiasa belajar tanggung jawab, bantu orang tua, dan berusaha jadi contoh buat adikku, walaupun kadang rasanya nggak mudah yaa. Aku punya tiga sahabat yang udah nemenin aku sejak kecil namanya Lutvia, Gita, dan Lina. Mereka bukan cuma teman main, tapi juga orang-orang yang selalu ada di setiap fase hidupku. Waktu aku lagi bahagia, mereka ikut tertawa. Waktu aku lagi jatuh atau ngerasa nggak kuat, mereka tetap ada buat dengerin dan nguat-nguatin aku. Mereka itu kayak rumah kedua buatku.Tapi ada satu hal yang kadang bikin aku sedih aku sering banget dibandingin sama orang lain, terutama sama salah satu temanku. Memang dia itu lebih tua dari aku, dia lebih tua empat tahun dariku, dan sekarang udah kerja jadi perawat di rumah sakit. Banyak orang di sekitar, termasuk tetangga, suka ngomong, Temanmu masa depannya udah jelas, kamu gimana nanti

    Padahal mereka nggak tahu, kalau pekerjaan temanku itu sebenernya impian aku dari kecil. Dulu aku pengin banget jadi perawat, bisa nolong orang, dan banggain keluarga. Tapi mungkin jalan hidupku memang beda. Kadang aku iri, tapi lebih ke arah pengen bukan benci. Karena aku juga lagi berusaha keras buat ngejar mimpi, cuma jalannya aja nggak sama.Sekarang aku kuliah di jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Aku seneng sama jurusan ini, karena aku tahu bidang ini juga penting. Tapi ya, namanya orang, selalu ada aja yang ngomong. Kadang tetanggaku suka nanya, Prospek kerjanya apa,   Emang nanti bisa jadi apa” Aku udah mencoba  jelasin berkali-kali, kalau prospeknya luas, bisa jadi guru, staf pendidikan, manajemen sekolah, bahkan kerja di instansi pemerintahan. Tapi tetep aja, jawabannya sering bikin hati agak sakit. Mereka suka bilang, Halah, paling juga cuma jadi guru.” Padahal menurutku, nggak ada yang salah dengan jadi guru. Justru guru itu orang yang hebat, yang bantu orang lain buat ngerti dunia. Tapi ya gitu, kadang orang cuma lihat dari luar, tanpa tahu perjuangan di baliknya.

    Sekarang aku masih belajar buat nerima semuanya dengan lapang. Belajar buat ikhlas, dan percaya kalau mungkin jalanku memang beda. Aku nggak pengin terus bandingin hidupku sama orang lain, karena setiap orang punya waktunya sendiri. Aku juga punya mimpi, dan aku yakin suatu hari nanti aku bakal sampai di titik yang aku mau  meski caranya pelan, meski nggak instan.Yang penting aku tetap berusaha, tetap sabar, dan tetap jadi diri sendiri. Karena aku tahu, yang namanya proses nggak akan pernah mengkhianati hasil. 

Ini sedikit cerita dari aku semoga menginspirasi untuk siapapun yang membacanya, siapapun yang mempunyai masalah yang sama kayak aku tetap semanggat kita ngak tau kedepannya seperti apa mungkin memang belum rezekinya di sana

Comments